PANCURAN PITU BATURADEN








Sesuai namanya, Pancuran Pitu atau dalam bahasa Indonesia disebut Pancuran Tujuh (7) merupakan sumber air panas bumi yang airnya terpancar langsung dari kaki Gunung Slamet berupa tujuh pancuran. Airnya cukup panas sehingga jika pengunjung ingin mencoba atau naik ke pancuran tersebut sebaiknya menggunakan sendal agar tidak kepanasan. Air ini mengandung belerang yang konon baik untuk kesehatan kulit, makanya banyak yang cuci kaki, cuci tangan, cuci muka atau mandi di tempat yang disediakan.



Tepat di sebelah kiri Pancuran Pitu terdapat Petilasan Keramat Mbah Atas Angin dan di depannya ada tempat pemandian air panas gratis. Di dekatnya banyak berderet tukang pijat urut yang siap melayani pengunjung untuk relaksasi setelah kelelahan berjalan menuju area ini. Untuk tarif pijatnya adalah 10 ribu untuk pijat kaki, 25ribu pijat badan, 50ribu pijat tubuh dengan lulur. Di depan lokasi Pancuran Pitu juga terlihat view yang indah dengan pemandangan alamnya. Oh iya, diluar area Pancuran Pitu juga terdapat tempat yang cukup ramai dengan View ke arah Kota Purwokerto. Anda yang kebelet pipis tenang aja, di lokasi ini tersebar beberapa toilet dan kamar mandi, mushola, dan tentu saja bertebaran pula penjaja makanan dan oleh-oleh ataupun kerajinan lokal.

Di sekitar Pancuran Pitu juga terdapat beberapa lokasi yang bagus untuk dikunjungi, masih di area dalam. Seperti Goa Sarabadak (saat kami berkunjung sedang tutup karena bekas longsor dan rawan), pancuran kecil dengan air panas dan bebatuan yang cukup tinggi yang juga ramai untuk foto-foto, dibawahnya ada sungai dengan air dingin. Di dekatnya ada warung makanan dan tempat pijat juga. Untuk menuju lokasi ini dengan menuruni lagi tangga-tangga yang dibuat oleh warga sekitar yang mengelola.

Jika melalui rute yang biasa dipakai warga sekitar, pengunjung akan masuk melalui lokasi bawah ini. Pada foto diatas juga terlihat ada beberapa biker komunitas trabas lokal yang baru sampai di lokasi. Biasanya saat week end memang selalu ada yang datang untuk refreshing, apalagi sekalian mandi air panas dan menikmati keindahan alamnya

Setiap harinya, warga lokal yang mengelola baik sebagai penjual ataupun tukang pijat datang lewat jalur ini. Pada hari minggu atau liburan, lewat jalur ini juga ada yang menunggu pengunjung untuk membeli tiket, meskipun kayaknya bisa di nego misal dari 10 orang bayarnya dikurangi jadi 6 atau 7 orang saja atau lebih murah hehe

Untuk sampai ke Pancuran Pitu ini, bisa diakses dari beberapa lokasi umum. Yang pertama berjalan kaki dari Lokawisata Baturraden, kedua lewat jalan desa yang biasa digunakan warga lokal melalui curug gede atau jakur trabas, dan ketiga dengan kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor lewat pintu masuk Bumper (Bumi Perkemahan).

Untuk rute kendaraan, dari pertigaan terminal bawah belok kanan menuju Pintu Gerbang Bumper atau Gerbang Wana Wisata, disini sebaiknya menggunakan tiket terusan untuk masuk ke Pancuran Pitu, per orang 20 ribu untuk ke Wana Wisata, Pancuran Pitu dan Telaga Sunyi (jika tiket terpisah, untuk masuk ke Pancuran Pitu tarifnya Rp. 10.000), lalu masuk ikuti terus jalan yang mulus. 

Sepanjang jalan ada beberapa tempat bagus yang bisa disinggahi selepas dari Pancuran Pitu.
Beberapa diantaranya ada Rumah Pohon, Area bermain anak, Taman Liana, Medicinal Garden dan lainnya. Sebaiknya kalo mau singgah nanti saja setelah pulang dari Pancuran Pitu. Jalanan sudah bagus dan mulus, tapi saat kami datang, mendekati lokasi Pancuran Pitu, jalanan agak rusak tapi masih cukup aman untuk berkendara. Di sepanjang tanjakan dan belokan juga ada penunggu untuk memantau kendaraan dari arah sebaliknya, ada juga rambu peringatan untuk membunyikan klakson setiap belokan

Komentar

POPULER

LOKAWISATA BATURADEN

SUMBER AIR PANAS PANCURAN TIGA